Astronot Bercocok Tanam di Luar Angkasa


Pernahkah Anda berpikir bagaimana cara astronot luar angkasa mengatur pola makannya? Jenis makanan apa yang akan dikonsumsi? Bagaimana mereka bisa bertahan dengan asupan makanan yang terbatas? Semua itu ada jawabannya.
Terungkap, para astronot yang bekerja di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) rupanya mengkonsumsi sayuran yang tumbuh di luar angkasa.
Hal ini tentunya membuat Anda bertanya apakah bisa sayuran tumbuh dan bahkan dikonsumsi di luar angkasa? Para astronot tersebut punya metodenya sendiri.

Lewat teknologi yang disebut `Veggie`, para astronot mengembangkan jenis sayuran selada lewat sebuah lemari pendingin dan memiliki tingkat keamanan mikrobiologikal yang begitu tinggi. Bahkan, sayuran yang tumbuh pun selalu dibersihkan dengan cairan citric acid dan sanitizer.

Veggie Technology
Berdasarkan informasi yang dikutip liputan6.com dari laman RT News, proses awal penumbuhan sayuran luar angkasa ini dimulai pada tahun lalu. Sedangkan mereka terus menumbuhkan sayuran tersebut dengan menggunakan cahaya LED warna merah dan biru.
Para astronot menjelaskan bahwa teknologi Veggie ini sangatlah penting untuk penerbangan jarak jauh di masa depan. Lewat teknologi ini, para astronot tidak hanya menikmati sayuran segar di luar angkasa, tetapi secara tidak langsung bisa menjadi sarana psikologis untuk para astronot yang memiliki hobi berkebun.
“Makanan segar seperti tomat, blueberry dan selada merah merupakan sumber antioksidan yang baik. Memiliki makanan segar seperti ini di luar angkasa justru bisa memiliki dampak positif pada suasana hati orang dan juga bisa memberikan perlindungan terhadap radiasi di ruang angkasa, ” tutur Dr. Ray Wheeler, kepala peneliti proyek teknologi Veggie.
Teknologi Veggie sendiri dikembangkan oleh tim peneliti Orbital Teknologi Corp (Orbitec) di Madison, Wisconsin. Untuk saat ini, setengah dari panen sayuran luar angkasa tersebut akan dikirimkan ke Bumi untuk dicicipi dan dikembangkan lebih lanjut.
Seorang gadis kecil, ketika ditanya namanya, selalu menjawab, "Saya putri Pak Simanjuntak."

Ibunya bilang kalau bukan seperti itu, namun ia harus mengatakan, "Saya Maria Simanjuntak."

Pada suatu hari dalam sebuah pertemuan warga, ada seorang bapak yang berbicara dengannya dan berkata, "Bukankah kamu putri Pak Simanjuntak?"

Dia menjawab, "Yah, dulu saya pikir begitu, tapi ibu saya bilang bukan."

Source: http://www.ketawa.com/
Seorang gadis kecil, ketika ditanya namanya, selalu menjawab, "Saya putri Pak Simanjuntak."

Ibunya bilang kalau bukan seperti itu, namun ia harus mengatakan, "Saya Maria Simanjuntak."

Pada suatu hari dalam sebuah pertemuan warga, ada seorang bapak yang berbicara dengannya dan berkata, "Bukankah kamu putri Pak Simanjuntak?"

Dia menjawab, "Yah, dulu saya pikir begitu, tapi ibu saya bilang bukan."

Source: http://www.ketawa.com/
Seorang gadis kecil, ketika ditanya namanya, selalu menjawab, "Saya putri Pak Simanjuntak."

Ibunya bilang kalau bukan seperti itu, namun ia harus mengatakan, "Saya Maria Simanjuntak."

Pada suatu hari dalam sebuah pertemuan warga, ada seorang bapak yang berbicara dengannya dan berkata, "Bukankah kamu putri Pak Simanjuntak?"

Dia menjawab, "Yah, dulu saya pikir begitu, tapi ibu saya bilang bukan."

Source: http://www.ketawa.com/

Komentar