Propinsi dengan Populasi Jomblo Terbesar di Indonesia


Kata “jomblo” mungkin tidak akan ditemukan di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tapi tanpa melihat arti kata tersebut dari kamus, tentu hampir semua orang tau apa itu jomblo. Tidak atau belum memiliki pasangan, itulah jomblo yang kita maknai sehari-hari. Entah karena pilihan ataupun bukan, kehidupan seorang jomblo bahkan dihadiahi sebuah taman oleh Walikota Bandung, Ridwan Kamil.

Apakah karena saking banyaknya populasi jomblo di kota tersebut hingga sang walikota menghadiahi Taman Jomblo yang terletak di bawah Jembatan Pasopati? Mari kita lihat provinsi mana saja yang memiliki populasi jomblo terbesar di Indonesia seperti yang dikutip liputan6.com dari selasar.com:

Provinsi dengan populasi jomblo terbesar

Sumatera Utara menempati provinsi dengan populasi jomblo tertinggi baik untuk perempuan maupun laki-laki. Hal tersebut mungkin dikarenakan prinsip yang dimiliki mereka, pantang menikah sebelum mapan. Sedangkan Jakarta, menempati posisi kelima untuk jumlah populasi jomblo perempuan namun tidak untuk laki-laki. Jadi wahai wanita, mungkin kamu harus mencari jodohmu di provinsi lain.
Berdasarkan penelitian dengan responden laki-laki dan perempuan berusia 18-29 tahun ini disebutkan bahwa hanya 8% jomblo pria dan 23% jomblo perempuan memiliki tingkat pendidikan setara diploma & sarjana. Ada apa dengan perempuan berpendidikan tinggi hingga masih banyak yang memilih hidup sendiri? Pada era Lee Kuan Yew di Singapura dulu, beliau menerapkan kebijakan agar laki-laki memilih perempuan berpendidikan untuk dijadikan istri. Kebijakan tersebut bahkan didukung dengan pemberian subsidi oleh pemerintah. Perlukah pemerintah juga melakukan hal tersebut?
Dari seluruh populasi jomblo tersebut, hanya 0.8% pria dan 0.9% perempuan telah memiliki aset pribadi berupa rumah dan mobil. Lalu, sekitar 8.9% jomblo pria dan 6.5% jomblo perempuan memiliki penghasilan diatas Rp 6 juta rupiah perbulan. Apakah ini berarti materi menjadi kendala bagi seseorang untuk move on dari status jomblonya? Mungkin karena standar pernikahan ala Raffi-Nagita menjadi beban besar bagi para jomblo untuk memberanikan dirinya memiliki pasangan.
Menjadi jomblo adalah pilihan setiap rang, yang terpenting tentu menikmati hidup yang sementara dan sebentar ini. Untuk itu, jangan terlalu serius menanggapi ini semua ya. Jomblo keep smile!

Komentar